Gajah Mati Meninggalkan Gading

Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama. Pertanyaannya, mau nama baik atau nama buruk?

Normalnya, orang hidup di dunia pake hati nurani. Yup, ini yang membedakan kita dengan binatang. Adanya hati nurani. Dengan ini, manusia bisa memilih untuk meninggalkan nama baik atau nama buruk. Binatang tak bisa. Makanya Gajah meninggalkan gading dan Harimau meninggalkan belang, atau buaya meninggalkan kulitnya. Karena mereka tak punya pilihan. Kita, manusia punya pilihan.

Sebagai rakyat jelata, mungkin nama baik atau nama buruk saya hanya akan dikenang oleh saudara, pacar atau tetangga. Tapi kalau seseorang punya jabatan, terkenal dan punya posisi untuk melakukan suatu kebijakan yang dapat berguna bagi masyarakat, namanya akan dicatat bukan cuma oleh anak isteri, tapi juga oleh bangsa ini. Dicatat dalam buku yang selama berpuluh puluh tahun mendatang akan dibaca oleh generasi berikutnya.

Jadi, sebagai orang yang punya kuasa, punya jabatan, punya power untuk melakukan sesuatu, sebaiknya memilih untuk meninggalkan nama baik bukan yang buruk. Sayangnya, kalo kita lihat orang orang yang duduk di pemerintahan, orang orang yang mengatur negara ini, sebagian (besar malah) memilih untuk meninggalkan nama buruk. Hati nurani, sudah lama mereka tinggalkan. Mereka memilih cara instan untuk hidup enak di dunia yang begitu singkat ini,

Mereka membuat kebijakan kebijakan konyol yang merugikan masyarakat, mengatakan sesuatu yang menyakiti hati orang-orang yang mestinya diayomi, memakan dengan rakus sesuatu yang seharusnya diberikan kepada yang berhak. Semuanya demi kepentingan pribadi. Kepentingan kelompok. Dan begitulah mereka akan kita ingat.

Catatan sejarah yang panjang telah menempatkan orang orang berhati mulia dengan nama baik dan orang orang berhati busuk dengan nama buruk.

Kita berharap bahwa diantara sekian banyak orang besar itu ada sedikit yang masih ingat akan nasib rakyat. Sehingga kelak mereka akan dikenang dengan nama baik, sebagai orang yang membela kepentingan kaum lemah dan tertindas. Bukan sebagai si tamak yang menghancurkan hidup orang lain demi kesenangannya saja.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Gajah Mati Meninggalkan Gading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s