Biar Repot Asal Selamat

Jam setengah lima tadi sore, saat saya sedang asik asiknya kerja, tiba tiba lampu mati dan seorang teman teriak “ayo keluar ayo turun kebawah sekarang”. Sejenak jantung saya mau copot. Kenangan akan bom utan kayu yang terjadi beberapa waktu lalu langsung melintas di kepala. Saya dan teman teman sekantor langsung turun kebawah dan menuju tempat evakuasi. Lalu saya ingat, owh ya..ini hanya latihan. Kami lantas diberi pengarahan dan penjelasan bahwa ini adalah salah satu cara untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan apabila terjadi sesuatu seperti ancaman bom ataupun bencana alam.

Sejak kejadian tanggal 15 Maret lalu, kantor saya jadi lebih waspada dan memperketat keamanan. Kami tidak ingin kecolongan lagi. Setiap orang yang masuk ke kawasan KBR68H di Utan Kayu tanpa terkecuali termasuk karyawan, harus diperiksa di pos security. Di beberapa spot kami pasang CCTV. Lebih repot memang, tapi lebih baik mengingat kejadian bom utan kayu waktu itu bukan sekedar ancaman. Meskipun berdaya ledak rendah tapi itu adalah sebuah teror yang kami anggap serius.

Maka kami sekarang membentuk CMT alias Crisis Management Team yang terdiri dari beberapa teman. Tujuannya, agar kami lebih siap jika kejadian ini terulang lagi. Bukan hanya membentuk tim, tapi kami juga mengadakan latihan tak terduga untuk proses evakuasi, pengamanan, dsb seperti hari ini. Biarpun sempat membuat panik dan beberapa kerjaan harus dipending untuk latihan keamanan, tapi tak masalah asal selamat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s