Menengok Banteng di Cidaon

Jika berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon, jangan hanya puas berenang di pulau Peucang. Sempatkan waktu untuk mampir ke Cidaon, tempat kawanan banteng (Bos Javanicus) berada. Tempatnya tidak jauh dari pulau Peucang, hanya sekitar 20 menit menggunakan kapal. Beberapa waktu lalu, saya dan teman teman Green Radio Jakarta mengunjungi pulau Peucang dan mampir ke Cidaon, karena ingin menengok banteng disana. Butuh pengaturan waktu yang pas untuk bisa ke Cidaon, karena kawaan banteng tidak selalu berada di padang rumput. Mereka lebih sering berada di dalam hutan. Jadi kalau mau menengok mereka, waktu yang tepat adalah pada saat mereka sedang merumput yaitu pada jam 7-10 pagi atau setelah embun mengering dan sore hari sekitar pukul 4.

Kami putuskan untuk berangkat ke Cidaon pagi pagi.  Dengan menggunakan kapal yang kami sewa dari Pak Haji, kami turun di dermaga Cidaon dan berjalan kaki sebentar ke padang rumput. Tempatnya tidak jauh dari dermaga.

Sampai di sana, kami lega karena kawanan banteng masih merumput. Artinya kami beruntung bisa melihat mereka. Dari menara pengintai setinggi 5 meter kami bisa dengan jelas melihat kawanan banteng itu. Sayang, tidak berapa lama kemudian, kawanan banteng itu segera masuk hutan. Mungkin karena kami terlalu ramai, dan mereka merasa terusik dengan kedatangan kami.

Selain melihat banteng, kalau beruntung, kita juga bisa meihat burung merak. Saya lebih tertarik dengan burung rangkong yang terbang melintas di udara. Burungnya besar, berwarna hitam dan bersuara keras.

Hanya 15 menit saja waktu kami di Cidaon. Setelah itu, kami segera kembali lagi ke kapal untuk pulang.

Info tambahan:

Yayasan Mitra Rhino dan WWF Indonesia pernah mengadakan Studi Persaingan Ekologi antara Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) dan banteng (Bos javanicus d’Alton 1832)
di Taman Nasional Ujung Kulon. Berdasarkan temuan di lapangan ada indikasi persaingan antara badak jawa dan banteng. Sepertinya populasi banteng yang bertambah banyak membuat keberadaan badak sebagai primadona ujung kulon semakin terpinggirkan. Bukan tidak mungkin terjadi persaingan mengingat kondisi habitat banteng dan badak memiliki kualitas dan dan kuantitas yang terbatas.

Advertisements

2 thoughts on “Menengok Banteng di Cidaon

  1. Gw juga pernah ke sini. Alasannya: waktu itu Peucang lagi kedatangan rombongan finalist sort of Putri2an (Kotex klo ga salah) ditambah lagi ada rombongan backpackers. Jadilah tempat nginepnya, baik cottage yg mahalan or barak yg seadanya itu penuh. Tapi alasan sebenernya sih karena di rombongan putri2 itu ada yg kepinteran bawa jet ski segala dan suaranya meraung2 nggak jelas gitu(cuma sebiji doang padahal). Maaan, Peucang gitu loh, dengan putihnya pasir pantai dan air laut hijau kebiruan yang melambangkan serenity, eeh tau2 ngengggg ngenggg ngeeeng … Gila ya, ga usah rusa liar, manusia aja males deket2!!!
    Akhirnya gw, dan 2 bule peneliti tumbuhan dari Ceko (buseeet … jaoh2 dateng ke pelosok2 Indo cuma buat neliti daon2) pergilah ke Cidaon. Mereka sih enak udah prepare bawa tenda … Lhaah, gw? Akhirnya menginaplah gw di rumah penjaga pulau yg keliatannya dah ga dipakai lagi, beralaskan koran dan berselimutkan angin …

    • hehe..emang paling asik di Peucang itu santai di pantai yang tenang dan sunyi, ga pake berisik suara jetski. Btw, masih untung loe boleh nginep di tempat si penjaga pulau mbak..setidaknya ada tempat utk berteduh. tsaaahh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s