Lupa atau Kebiasaan?

Lagi lagi..untuk kesekian kalinya dan tak terhitung saya kehilangan remote tivi. Bukan hilang sih, tp lebih tepat dibilang lupa narohnya dimana. Ini sering banget. Seriiinnng banget. Sekali lagi, seriiiiiiingggg banget.

Sebetulnya “lupa” ini punya makna yang lebih dalam. Lupa bukan sekadar lupa. Karena ketika seseorang lupa, ini berkaitan juga dengan kebiasaan. Sebenernya, ga susah misalnya menaruh remote di tempatnya semula. Atau ditaruh di tempat khusus utk menyimpan semua remote Tivi, ac, dvd player, console misalnya. Semua dijadiin satu. Jadi kalau mau nonton atau nyalain ac tinggal ambil dari tempat itu aja.

Nahh tapii.. Ya itu tadi. Ini soal kebiasaan. Kalau tidak dipaksa supaya biasa, ujung2nya ditaruh sembarangan. Namanya juga sembarangan, ga ada tempat yg pasti. Jadinya lupa, bingung, nyari kesana kemari, dan taunya yg dicari nyelip di tumpukan buku, nyelip di sofa atau jatuh di bawah kasur.

Ini cuma perkara sederhana. Tapi kalau dibiarkan berlama lama. Sikap begini bisa terbawa sampai kantor nih. File penting bisa campur sama file lama atau ga penting. Trus giliran penting, kerja terhambat gara2 harus nyari berkas itu ada dimana. Atau kalo di komputer, ga ditaruh di folder yg benar. Search sana search sini deh.

Jadi..saya ceritanya mau berjanji. Sebelum tabiat ini bertambah parah, saya akan letakkan remote tivi pada tempatnya 😀

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s