Having an Assertive Personality

Barusan di kantor tadi ada kegiatan knowledge cafe, yang hari ini mengangkat tema tentang “Assertiveness, The first simple step to be professional”. Menarik. Karena soal assertiveness ini memang merupakan salah satu hal yang harus dimiliki kalau kita mau jadi komunikator yang baik di kantor.

Menyimak yang tadi disampaikan oleh Ivan Sujana M.Psi, si narasumber, kepribadian yang asertif memiliki keunggulan dalam berkomunikasi, karena dia dapat menyampaikan pendapatnya dengan baik tanpa menyinggung perasaan orang lain. Selain itu juga melatih kita untuk ga hanya bisa bilang YES pada setiap tugas yang dikasih sama bos, tapi sekali kali kita boleh bilang No kalau memang secara obyektif kita tidak bisa mengerjakan tugas tersebut. Dengan melatih diri untuk menjadi pribadi yang asertif, kita akan mampu untuk  mempertahankan hak, keinginan, kebutuhan dan pendapat tanpa mengangu hak orang lain.Selain itu, kita juga bisa mengekspresikan kebutuhan, keinginan pendapat/opini, perasaan dan keyakinan anda secara terbuka, langsung, jujur/tulus, dan tepat atau sesuai.

Hal ini pasti tidak gampang, karena semua orang punya bawaan sifat yang berbeda. Ada yang agresif, pasif, dan sedikit yang memang dilahirkan untuk menjadi asertif. Tapi, ini bisa dilatih. Tentunya dengan pengalaman dan pelajaran yang didapat dari setiap kejadian yang kita alami dengan rekan kerja atau teman. Normally, we will learn something from our mistakes. Misalnya, hari ini saya ngomong pedes ke teman, karena saya hanya berfikir untuk mengungkapkan pendapat tanpa ada packagingnya. Mungkin maksud saya baik, tapi karena kemasannya ga baik, message-nya jadi ga sampe. Alih-alih mengerti apa yang jadi maksud dan tujuan kita, dia justru tersinggung. Atau, pernah juga karena sulit menolak permintaan teman, saya bilang IYA tanpa berfikir bahwa saya sebenernya ga sanggup mengerjakan apa yang dia minta. Hasilnya mengecewakan.

Orang yang asertif cenderung akan menghargai orang lain. Dengan dasar inilah, maka dalam setiap komunikasi yang dilakukan, dia tidak akan pernah menyinggung perasaan orang lain tapi juga tetap berpegang pada apa yang diyakininya. Well, we can’t always please everyone, right? Makanya butuh cara yang benar supaya tidak ada pihak yang dirugikan.

Gimana caranya supaya kita tahu bahwa kita termasuk yang asertif, bukan yang pasif ataupun agresif? ada beberapa ciri yang bisa dilihat :

PERILAKU BISA DILIHAT DARI BEBERAPA ASPEK
1. Aspek Verbal
a. non asertif
– bicara lambat, bertele-tele, berbelit-belit, tidak efisien
– qualifiers: mungkin, barangkali, saya kira, saya harap, jika sekiranya.
– Fillers: oh, eh, yach, yak an, bukankah begitu, tahu kan.
– Justifications: memberi alas an/dalih untuk pembenaran
– Serba salah, pesimis, sungkan, ketaguan, sangat hati-hati
– Over apologize: sering minta maaf, permisi, bolehkah
– Selalu merendahkan diri, minder, self put downs (saya tak berarti, merasa tidak pantas).

b. Asertif
– bicara singkat, lancar, to the point
– “I” statements (saya ingin, saya mau, saya suka)
– Open ended questions
– Kata-kata kooperatif (mari kita, bagaimana menurut kamu)
– Menunjukkan perhatian dan dukungan tapi tegas, mendorong atau mengajak berpikir.
– Membedakan jelas antara fakta dan opini
– Memberi saran, tidak menggurui
– Memberi kritik yanpa menyalahkan (constroktive critism)

c. Agresif
– bicara spontan, langsung, tajam, memotong pembicaraan/interupsi
– penekanan suara I pada “I” statements
– threatening/ mengancam (kamu harus, mesti, jika tidak, awas, pokoknya)
– leading questions, menggurui, mendikte
– penggil nama, memerintah, menuntut, mencurigai
– opini pribadi diekspresikan sebagai fakta

2. Aspek Non Verbal
Non asertif Asertif Agresif
– Emosi dingin/cool Emosi normal Emosi panas/hot
– Bicara pelan, lirih, ragu Nada suara normal, ramah Bicara keras, meledak, kasar
– Mata suram, sedih, pandangan sayu, menunduk/tanpa ekspresi Mata ramah, memandang langsung, perhatian, tatapan hangat Menatap tajam, mendominasi, menghindar, menyipit sinis
– Senyum dingin (ghost-smiles) Senyum tulus, hangat (warm-smiles) Senyum sinis, mencibir (wry-smiles)
– Tubuh menunduk, melorot, berjalan lambat, langkah lemas Berdiri santai, tegak, mantap, kaki lurus, kokoh, langkah pasti Tubuh kaku, tegar bahu, tegang, condong kepala kedepan, jjalan tergesa.
– Duduk membungkuk, kaki rapat, tangan dikatubkan dipangkuan, tenang Duduk bersandar, badan tegak, lipat kaki, tangan bebas Duduk tegak, kesan siap siaga, angkat kaki, goyang kaki

3. Aspek Kognisi
Paradigma, persepsi, pola piker
a. non asertif
– orang lain jauh lebih penting dari pada saya
– kita harus selalu bersikap manis
– jangan bikin ulah jika tidak ingin dimusuhi
– selalu sempurna, agar tetap dihargai
– jangan membantah, tidak sopan
– saya tidak punya hak untuk melawan
– I LOSE, U WIN

b. Asertif
– saya punya hak, begitu pula orang lain
– jangan menyakiti orang lain jika tidak mau disakiti
– hargailah orang lain dan diri sendiri
– kita selalu bisa belajar dari kesalahan
– kesalahan bukan akhir dari segalanya, tetapi kita jangan mengulanginya lagi
– percaya pada diri sendiri dan pada orang lain sangat berguna untuk keberhasilan kita
– ketegasan bukan berarti hharus selalu mmengalahkan orang lain, tetapi bagaimana kita menguasi situasi secara tepat dan bermartabat
– beri pengakuan dan pujian tulus atas kemmampuan dan prestasi oaring lain
– I WIN, U WIN

c. Agresif
– yang terpennting adalah hak saya
– saya lebih penting dari pada kamu
– setiap orang harus seperti saya
– saya tidak pernah salah
– saya selalu benar
– pranglain harus melakukan yang saya suruh tidak perlu banyak bertanya
– kamu Cuma pelaksana, saya bos
– I WIN, U LOSE

Demikianlah yang bisa saya share dari program knowledge cafe di kantor hari ini. Semoga membantu yah!

 

*Sumber :

-Ivan Sujana, Narsum knowledge cafe di kantor dan beberapa sumber dari internet.

Advertisements

2 thoughts on “Having an Assertive Personality

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s