Belajar Membatik di Museum Tekstil

Sudah lama saya kepingin menengok museum-museum yang ada di Jakarta. Bosan kalau jalan-jalan hanya sekadar dari mall ke mall. Eh, pucuk dicita ulampun tiba, teman saya, Kristin yang belum 1 tahun tinggal di Indonesia mengajak saya untuk berwisata ke museum tekstil. Siapa bisa menolak ajakan ini. Akhirnya, saya dan beberapa teman lain berangkat bersama ke museum tekstil yang ada di kawasan tanah abang Jakarta tepatnya di :  Jl. Aipda K.S. Tubun, No. 4 Kel.Petamburan, Kec. Tanah Abang Jakarta Barat (Jakarta 11420).Sesampai disana, museum belum buka. Baru pada jam 10.00 kami diperbolehkan masuk. Ternyata tidak banyak ya, koleksi kain yang dipajang di museum tersebut. Menurut saya, selain koleksinya kurang, juga kurang informatif.

hanya ada sedikit koleksi kain

Berhubung tidak banyak yang bisa dilihat, kami langsung menuju ke rumah workshop untuk belajar membuat batik. Untuk bisa belajar batik, kita perlu membayar sebesar Rp 75 ribu per orang. Ini untuk mengganti biaya material yang dibutuhkan dalam membatik seperti kain, canting, lilin, dsb. Nah, saya mau ceritakan proses membatik yang saya dapat dari hasil belajar di sini ya. Proses membatik dimulai dari menggambar. Jangan kuatir, kalau merasa tidak jago menggambar, mereka sudah menyiapkan aneka gambar yang bisa ditiru / dijiplak. Tinggal mengikuti polanya saja. Pertama-tama kita gambar kain kasa putih dengan menggunakan pensil. Setelah itu, baru kita timpa dengan lilin panas. Hati hati ya, karena kalau kena tangan, lumayan bisa bikin meringis.

melukis dengan canting dan lilin panas

Setelah gambar dipola menggunakan lilin secara bolak balik, yup bolak balik…dan ini memakan waktu cukup lama sampai bisa bikin kita keringetan, kita tunggu sampai lilinnya kering. Setelah kering, kain tersebut dicelupkan ke dalam pewarna. Namanya juga membatik sederhana, jadi pewarna yang disediakan hanya merah atau biru. Saya pilih warna merah untuk hasil karya yang sudah saya buat 🙂

dicelupkan ke pewarna

dijemur sampai kering

Setelah dicelupkan ke dalam pewarna, sudah deh…selesai… hehe gampang banget ya. Kain yang sudah diberi pewarna dan dijemur sampai kering  itu bisa jadi hak milik kita. Tentunya, kalau kita bikin batik tulis betulan, gak akan sesederhana ini. Tapi minimal, di museum tekstil ini kita belajar membatik menggunakan canting dan lilin panas. Ternyata tidak gampang loh. Butuh ketekunan, ketelitian dan kesabaran untuk membuat batik. Bayangkan, batik yang kami buat kemarin hanya sebesar saputangan, tapi sudah menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam, bikin cape dan berkeringat. Jadi wajar saya kalau harga batik tulis itu mahal.

inilah kamiiiii ^^

Buat saya dan teman-teman, kunjungan ke museum tekstil ini menyenangkan. Selain kami dapat sesuatu yang baru, kami juga tidak pulang dengan tangan kosong. Saputangan batik hasil karya kami boleh dibawa pulang. Horeee…

Selanjutnya, jalan-jalan kemana lagi ya????

Advertisements

3 thoughts on “Belajar Membatik di Museum Tekstil

  1. ke museum layang-layang. sama, koleksinya tak banyak, tapi mungkin lebih informatif karena ada guide yang menjelaskan koleksi2 yang ada :))

  2. asik ya, memang bosan kalau cuma jalan ke mall. cuma dapat itu itu aja. mari galakkan jalan-jalan ke museum ga cuma di jakarta tapi di seluruh indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s