Tak Selentur yang Kukira

Ceritanya, sabtu lalu, untuk pertama kalinya saya mengikuti kelas senam hamil pilates  di RSIA Tambak. Setelah daftar 125 ribu, saya dapat kaos dan paket untuk 4 kali kedatangan. Kelas senam hamil di RSIA Tambak dilatih oleh ibu bidan. Jadi selain melatih gerakan, dia juga dengan lancar menjelaskan fungsi dari tiap-tiap gerakan dan mana yang harus benar-benar dikuasai untuk persiapan melahirkan.

Oke, saya akui agak meremehkan senam hamil ini, karena sebelum hamil saya sudah biasa ikut kelas di gym jadi saya pikir akan mudah melakukan senam hamil. Tapi ternyata oh…

Usia kehamilan saya 8 bulan, dan kira-kira hampir sama dengan ibu-ibu lain yang ada di kelas ini. Karena senam hamil memang dianjurkan untuk ibu hamil di trimester ke-3. Di awal senam saya masih belum merasa kesulitan, tapi..jreng-jreng..tiba dibagian utama saat kita harus mulai belajar praktek melahirkan, ternyata saya tidak selentur yang saya kira. Kami diminta untuk telentang, lalu kedua kaki diangkat dan disangga dengan tangan. Tapi posisinya harus benar dan antara siku tangan dan dengkul (kira-kira begitu) harus berdekatan… dan aahhh..aku tak bisa melakukannya. Paling pol cuma bisa ngangkang sedikit. Rasanya perut ini ngganjel  banget dan pangkal paha terasa sakit. Sedihnya 😥

Jadi, intinya..sebagai ibu hamil saya kurang lentur. Tengok kanan kiri, ibu-ibu yang lain tampak sudah biasa melakukannya. Ternyata mereka ikut sejak usia kehamilan masih 6 – 7 bulan jadi sudah terbiasa dengan gerakan itu (dan beberapa gerakan lain yang cukup sulit sebetulnya). Tapi setelah saya sharing dan tanya-tanya, mereka cukup baik untuk membesarkan hati saya dan mengatakan bahwa dengan mencoba sendiri di rumah, pasti tubuh kita akan lebih lentur. Selain itu, senam hamil ini juga berguna untuk mengurangi keluhan-keluhan yang datang di trimester 3 yaitu badan pegal-pegal, tulang belakang sakit, pangkal paha sakit, sulit tidur, dsb dsb dsb.

Betul loh permirsah…setelah paginya saya ikut senam hamil, malamnya sebelum tidur saya coba relaksasi dan melenturkan badan seperti yang diajarkan oleh ibu bidan. Lumayanlah, tidur jadi lebih nyenyak sedikit. Di kantor pun saya sempatkan sedikit mempraktekan senam hamil. Tentunya bukan yang ekstrim ya, paling gak saya regangkan otot kaki, kepala, bahu dan punggung supaya gak terlalu kaku karena terlalu banyak duduk di depan komputer.

Advertisements

5 thoughts on “Tak Selentur yang Kukira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s