Makan Sambil Menikmati Alam di Kampung Daun

Biasanya kalau jalan-jalan ke Bandung, saya main di seputaran Riau atau Dago. Untuk apa lagi kalo bukan belanja di factory outlet. Tapi saat libur lebaran kemarin, saya cuma pengen santai-santai saja di hotel. Soalnya, perut saya yang udah 8 bulan ini gampang capek kalau diajak jalan-jalan terlalu lama. Akhirnya saya dan suami memilih untuk menginap di Maja House, Stevie G Hotel yang ada di jalan Sersan Bajuri. Letaknya persis disebelah Kampung Gajah. Kita bisa melihat sebagian wahana Kampung Gajah dari teras kamar hotel.

Pasar Ngampar di “lobi” Kampung Daun

Ini benar-benar liburan malas. Tidak ada agenda hanya santai saja dan hanya makan di restoran hotel (malesnya kebangetan! hehehe). Hari kedua kami memutuskan untuk keluar dari kamar hotel dan makan siang di Kampung Daun. Letaknya juga ga jauh dari hotel. Nah ini yang mau saya ceritakan. Terus terang baru pertama kali saya makan di Kampung Daun dan ternyata tempatnya asik sekali. Apalagi pada saat kami datang, sedang ada kegiatan “Pasar Ngampar”. Pasar Ngampar ini kegiatan yang khusus diadakan pada hari-hari libur nasional atau hari raya. Begitu masuk ke lokasi, kita bisa melihat aneka makanan lokal khas Bandung yang dijual murah dan kerajinan tangan seperti boneka wayang si cepot dan teman-temannya, lampion dari kayu, lukisan, tas, dan angklung (Suami berinisiatif  untuk beli 1 set. Katanya buat si dedek belajar nada. ckckck)

Kami datang ke kampung daun kira-kira pukul 10 pagi.  Ternyata restorannya sendiri belum buka. Untung ada Pasar Ngampar, jadi kami makan jajanan yang ada dulu. Es lilin Mocca adalah favorit saya! Nyamm… Mungkin, karena saat itu cuaca cukup panas jadi lelehan es lilin di lidah terasa sangat menyegarkan hehehe… kalau gak inget bahwa minum es banyak-banyak saat cuaca panas itu ga baik, saya mungkin sudah membeli es lilin yang ke-3.

bergaya sambil menikmati es lilin

Ohya, kalau mau makan di sini, kita harus reservasi dulu. Gak perlu sehari sebelumnya lah..tapi cukup daftar di depan, lalu kita akan dikasih nomer saung. Yup, tempat makan ini berupa saung-saung yang  berjejer dengan indah diantara pepohonan dan tanaman bunga terompet kuning. Cantik dan asri. Lokasi dibuat sealami mungkin dan mengikuti kontur tanah yang tidak rata. Di bagian atas, kita bisa menikmati gemericik air yang mengalir di  sungai yang sengaja dibuat untuk  menambah keindahan lokasi (eh, saya ga yakin sungai ini asli atau buatan :D)

penjual arum manis dan gulali menanti pembeli

Bicara soal menu. Saya pilih menu yang tidak terlalu istimewa, ayam goreng dan nasi enak plus es kelapa muda. Suami pilih makan Sup Iga Bakar. Menu lain yang disajikan, selain masakan Indonesia juga ada masakan barat seperti pasta dan pizza. Kalau menurut saya, rasa makanannya standar saja. Tapi memang yang istimewa dari Kampung Daun adalah tempatnya dan jajanan lain yang tidak termasuk dalam menu, misalnya arum manis, mie tek tek kertok, kerak telor, gulali dll.

Gitu aja yah..kok kesannya promosi Kampung Daung banget, hahaha. Sekadar memberi informasi untuk alternatif  cari makan di Bandung. Selamat menikmati jalan-jalan di Bandung deh, kalau penasaran sama tempat ini silahkan dicoba sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s